Tak Masalah Belajar Mulai Tatap Muka, Seperti Ini Harapan Orang Tua

Sebelum KBM secara daring diberlakukan, biasanya 1 Gb dapat digunakan hingga 2 minggu. RADARMEDAN.COM, TAPUT – Setelah proses penyidikan perkara dugaan tindak pidana penipuan yang merugikan korban Sere Pina Br Naibaho warga Desa Sipahutar 1 Kec. Sipahutar Taput telah dianggap lengkap, akhirnya penyidik Polres Tapanuli Utara melimpahkan berkas tersebut ke Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara. RADARMEDAN.COM, TAPUT – Ratusan warga melakukan aksi menutup jalan menuju tambang batu milik PT MIK , Jumat 11Juni 2021.

Tanggapan orang tua mengenai sekolah tatap muka

Bilamana pembelajaran dan pengerjaan tugas dibatasi waktu otomatis tidak bisa mengikuti pembelajaran. HN, 32, adalah salah satu warga yang setuju digelar pembelajaran tatap muka untuk SD dan SMP. Orientasi kepada para murid dan orang tua ini kata Aman penting untuk diberikan agar masing-masing pihak dapat mengetahui panduan bersekolah dengan sistem tatap muka pada masa pandemi COVID-19. Menurutnya, ini penting agar generasi penerus bangsa ini bisa mengejar ketertinggalannya dalam hal akademis, namun tidak membahayakan diri. Aman juga menekankan, sekolah-sekolah bisa menjalankan sistem pembelajaran tatap muka sepanjang berada di lokasi dengan positivity rate di bawah lima persen.

Salah satu Madrasah Aliyah Swasta Favorit di Kabupaten Tanggamus, Lampung yakni MA Al-Ma’ruf Margodadi Kecamatan Sumberejo melakukan pembelajaran sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah setempat. Pemda Tanggamus sudah mengeluarkan edaran bahwa pembelajaran tatap muka belum bisa dilakukan pada semester genap ini. Sektor pendidikan yang juga terdampak mengakibatkan ditutupnya sekolah-sekolah untuk mencegah penyebaran virus korona sehingga pelaksanaan pembelajaran beralih tanpa tatap muka, melainkan dengan daring atau online. Kegiatan belajar daring menggunakan fasilitas internet atau PJJ tentunya menjadi aktivitas baru bagi anak-anak, terutama orang tua di rumah. Zubair juga mengatakan pihaknya sedang menggumpulkan data untuk pengembagan dan meminta tanggapan dari orang tua siswa tentang penerapan sekolah tatap muka di era pandemi ke depan. Budi Gunadi Sadikin menambahkan opsi untuk menghadirkan anak ke sekolah ditentukan sendiri oleh orang tua murid.

Dan, menurunnya kualitas pendidikan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun di seluruh dunia. Ketua umum pengurus pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia , DR. Dr. Aman B. Pulungan, Sp.A, FAAP, FRCP mengatakan, pembukaan sekolah untuk kegiatan belajar mengajar tatap muka mengandung risiko tinggi, khawatir akan terjadinya lonjakan kasus Covid- 19. Lebih lanjut, Dewi menjelaskan bahwa selama satu tahun lebih melakukan sistem Slot Deposit Pulsa Tanpa Potongan PJJ membuat sebagian orang tua kewalahan dalam mengawasi dan mengarahkan anak mereka untuk belajar di rumah. Maka dari itu, banyak orang tua berharap sistem belajar dengan tatap muka ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya agar tidakmenciptakan klaster-klaster baru virus corona di lingkungan sekolah. Orang tua masing-masing siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak.

Adapun protokol kesehatan yang dibuat harus aman agar tidak terjadi penularan virus Corona di sekolah. Untuk mempercepat vaksinasi tenaga pendidik, Budi meminta bantuan kerjasama dari pihak sekolah sampai pemerintah daerah. Program seperti penyuntikkan di satu sekolah bisa menjadi pilihan. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Kurikulum SDN 05 Rawasari, Heru Trianjono, mengatakan para orang tua nantinya tidak diperbolehkan masuk ke sekolah untuk mengantar atau menjemput anaknya.

Anak pertama kelas three SD, harus mengikuti pembelajaran daring sejak 5 bulan lalu. Arroyan Vikri, siswa kelas V SDN 1 Singosari, Kota Madiun mengaku tidak nyaman dengan belajar secara online di rumah. Hal ini dikarenakan setiap belajar di rumah, dia sering mendapat marah dari orang tuanya. “Saya sering dimarahi bapak dan ibu karena lebih banyak main-mainnya,” ujar dia. Karena hal ini menyangkut keselamatan para putra-putri kita serta orang banyak. Untuk itulah, mengakhiri tulisannya Saprudinsyah memohon agar pemerintah mempertimbangkan lagi rencana sekolah tatap muka tersebut dan untuk sementara tetap belajar secara Online.

Sebab, hanya 85 sekolah yang diizinkan untuk dibuka dari complete keseluruhan di Jakarta mencapai lebih dari 800 sekolah. Alasan kedua, kata Satriawan, orang tua dan anak sama-sama jenuh berada di rumah selama hampir setahun, terlebih telah banyak fasilitas umum yang dibuka. Sehingga, orang tua memperbolehkan anaknya untuk pergi ke sekolah. Namun, Disdik belum dapat memastikanapakah jumlah sekolah uji coba akan bertambah atau tidak. Jika merujuk kepada uji coba sebelumnya ada eighty five sekolah yang telah melakukan tatap muka terbatas.